9 Kesalahan Ibu yang Membahayakan Anak

JakartaSeorang ibu pasti melakukan semua hal yang terbaik untuk merawat anaknya. Akan tetapi ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para ibu, yang menurutnya baik untuk anak padahal sebenarnya tidak.

Berikut 9 kesalahan ibu dalam merawat anak yang harus Anda hindari seperti dikutip dari lifescript,  antara lain:

  1. Berbagi tempat tidur dengan bayi

Menyusui dan mengganti popok bayi akan lebih mudah dilakukan jika bayi tidur bersama ibu dalam satu tempat tidur. Tapi hal ini dapat menempatkan anak pada risiko kematian yang tidak Anda duga sebelumnya.

Bayi yang tidur bersama orangtuanya memiliki lebih dari 40 kali kemungkinan mati lemas daripada yang tidak. Hal ini berdasarkan studi pada tahun 2003 St. Louis University. Ketika tidur, sangat mungkin Anda bergerak dan menindih bagian tubuh bayi atau bisa saja bergulir di atas bayi tanpa Anda sadari.

  1. Memberikan susu atau jus sebelum tidur

Susu dan jus memang baik untuk anak, tapi minum susu tepat sebelum tidur akan membuat gigi anak berlubang. Bakteri dalam rongga mulut akan mengubah gula minuman menjadi asam yang dapat membuat gigi rusak.

Saliva dalam mulut pada jam setelah makan malam sampai waktu tidur berjumlah sedikit sehingga akan memudahkan bakteri mengubah gula menjadi asam. Berikan susu dan jus pada makan malam anak dan ajarkan untuk menggosok gigi sebelum makan.

  1. Mendidik balita dengan menonton DVD pendidikan

Menonton DVD tentang pendidikan untuk balita memang baik bagi perkembangan daya pikir dan imajinasinya. Akan tetapi belum ada penelitian yang membenarkannya. Balita yang belajar dengan menonton DVD malah akan menghambat kemampuan berkomunikasinya.

Studi di Washington tahun 2007 menemukan anak yang menonton program TV hanya memiliki peningkatan kosa kata 6-8 kata setiap kali menonton. Anak juga hanya menyerap 7 persen saja dari apa yang didengarnya. Lebih baik jika anak belajar berbicara dan mengenal hal-hal baru dari orangtuanya langsung.

  1. Menempatkan anak di troli belanjaan

Troli belanjaan di supermarket tidak tampak berbahaya. Tapi setiap tahun ada sekitar 20.000 anak-anak yang masuk rumah sakit karena terjatuh dari troli belanjaan dengan gigi rontok.

Cara yang lebih aman untuk berbelanja dengan anak Anda adalah dengan memilih troli belanjaan yang menyediakan tempat duduk untuk anak yang lebih rendah ke lantai untuk menghindari anak terlempar dari troli.

  1. Berbagi sendok yang sama dengan anak

Ibu terkadang akan mencicipi makanan sebelum diberikan kepada anaknya, kemudian anak makan dengan sendok yang sama. Atau saat botol susu anak jatuh, ibu kadang membersihkan ujung botol dari kotoran kemudian menjilatnya.

Hal tersebut salah karena Anda malah akan menularkan bakteri dan kuman dari mulut Anda pada si kecil. Gunakanlah sendok yang berbeda untuk mencicipi makanan dengan yang digunakan anak untuk makan.

  1. Menghindari atau menunda vaksinasi

Beberapa orangtua menolak untuk memberikan anak-anak vaksin campak dan gondok karena anggapan bisa menyebabkan autisme. Sebenarnya, ini adalah kesalahan yang sangat berbahaya bagi anak.

“Menunda vaksinasi akan membuat anak rentan terhadap penyakit yang serius dan penyakit yang terjadi ketika dewasa yang hanya dapat dicegah pada masa bayi,” kata Christopher Tolcher, MD, asisten profesor klinis pediatri di UCLA dan juru bicara American Academy of Pediatrics.

  1. Membiarkan anak sendirian di mobil meski sebentar

Jangan tinggalkan anak yang tertidur di dalam mobil meskipun hanya mengambil botol susu di dalam rumah. Hal ini berbahaya karena ketika mesin mobil mati, udara dalam mobil akan terasa panas dan berbahaya bagi anak.

“Orang tidak menyadari seberapa cepat mobil memanas, bahkan pada cuaca yang sedang pun, suhu pada mobil yang diparkir bisa meningkat 19 derajat di atas udara luar hanya dalam waktu 10 menit,” kata Gary Smith, MD, direktur Center for Injury Research and Policy pada Nationwide Children’s Hospital di Columbus, Ohio.

  1. Tidak mengenakan helm pada anak

Ketika anak sedang belajar naik sepeda entah itu sepeda roda dua maupun roda tiga, sangat penting untuk melengkapinya dengan helm sebagai perlindungan. Terjatuh dari sepeda tanpa ada helm pengaman akan menyebabkan cedera atau benturan pada kepala anak yang berbahaya.

  1. Membiarkan anak mandi sendirian di dalam bak mandi atau shower

Sekitar 100 anak di bawah 5 tahun ditemukan meninggal karena tenggelam di bak mandi setiap tahun. Hal ini biasanya terjadi karena orang tua atau pengasuh anak meninggalkan anak selama beberapa menit. Anak-anak kecil harus medapat pengawasan ekstra ketika berada di dalam air.